Langsung ke konten utama

Postingan

Happy To See

One of my best friends has found her soulmate. She is my elementary school friend. It's nice to talk to each other after a few years of not seeing each other. I didn't expect her to finally get married, and I was happy to see how much she was celebrated and loved by her husband. R, you deserved all happiness and love. I hope you and your husband last a long-lasting relationship <3 I wanted to write this because of how touched I am to see you and your partner. I'm glad you're in good hands. Once again,  I'm happy for you.

Insecure

Insecure bukan hanya menyakiti diri sendiri, tapi orang-orang di sekitarnya terkena.

A Hurt Soul

Sedih rasanya diremehkan atau bahkan dibercandain tentang mental, entah itu beneran cuman bercanda atau tidak, tapi rasanya sudah melewati batas yang aku tetapkan. Mental kerupuk dan diremehin, it's really broke my heart . Cuz aku gak pernah menyangka bahwa orang yang aku sayangi bakal membuat jokes tentang mental health. Karena aku tidak menyangka itulah, yang membuatku menjadi sakit hati. Jadi, lagi dan lagi ini tentang internal, bukan eksternal. Kalau dari kita tidak mengizinkan orang lain untuk membuat kita tersinggung, ini akan menjadi hal yang sepele. Tapi, karena jiwa kita tersakiti dan capek- belum sembuh, ini adalah hal yang besar.

Kesadaran Diri

Lucunya manusia, selalu mencari kambing hitam atas kesalahannya sendiri  aku salah satu manusia itu... Susah sekali menjadi manusia , selalu menyalahkan orang lain atas kebodohannya sendiri. Kenapa tidak gentle mengakui bahwa itu bersumber dari kesalahan diri sendiri? Takut dilihat pengecut? Padahal dengan bertindak menyalahkan orang lain tanpa berkaca adalah salah satu tindakan pengecut.

Place & People

"It's not about place anymore, but the peoples..." Saya percaya ini bukan lagi tentang tempatnya, tapi orang-orangnya. Bermain bola bukan lagi hobi yang menyenangkan untuk saya. Dulu saya bisa sejenak kabur dari dunia nyata ataupun pekerjaan, tapi sekarang? Bola malah menjadi beban lain dalam hidup saya. Orang-orang berubah atau bahkan tergantikan.  Kita tidak bisa paksa orang untuk tetap tinggal ataupun sama, people change- bahkan saya sendiri berubah seiring berjalannya waktu.  Hobi yang rasanya hangat perlahan berubah menjadi dingin. Saya terlalu menaruh ekspetasi yang banyak untuk hobi itu, tapi justru menjadi bencana besar untuk saya, karena akhirnya saya kehilangan rumah, dan (hampir) diri sendiri. Bertanya-tanya apakah saya bisa melewati ini semua? Pada akhirnya yang saya lakukan adalah : Menerima, menerima, dan menerima. Ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Perlahan saya melihat dari sisi lain, bukan waktu yang sebentar untuk bisa melihat dari sisi baik, butuh berbulan-bul...

365 Hari Sebatas Teman

Pertemuan pertama kita di Semester Satu. Tidak pernah terpikirkan olehku, kamu akan menjadi manusia favoritku  ---sampai detik ini. Hi, manusia favoritku senang rasanya bisa menjadi bagian kecil dalam hidupmu. ---walau sekarang terlupakan. Manusia favoritku , terima kasih sudah pernah menjadi paling mengerti diriku kala itu. Terima kasih sudah menjadi system support -ku, walau mungkin kamu tidak sadar akan hal itu, tapi bagiku itu hal yang sangat berdampak besar. Aku rindu mendengar ceritamu, yang mungkin itu membuatku berkecil hati, karena kamu sudah menemukan dambaan hatimu. Tapi tidak apa-apa, selama aku disampingmu-  manusia favoritku , semuanya baik-baik saja, walau hanya sebatas pendengar. Manusia favoritku , setelah semuanya yang terjadi, tidak pernah bisa aku membencimu, semua terlihat baik-baik saja. Sekelilingku mengatai aku bodoh, tapi mereka tidak tahu kebaikanmu, kenyamanan yang kamu buat--- yang ternyata membuatku salah kaprah. Hubungan yang sepihak. Seandainya ...

Lima Tahun Yang Sirna

Kembali mendengar kabarmu setelah lima tahun berlalu, Oo Tuan, bayangmu masih ada dalam benakku. Tuan, aku turut berbelasungkawa, Tidak dapat kubayangkan bagaimana rapuhnya jiwa dan hatimu. Tuan, tentu ini tidaklah mudah, tapi aku percaya pada mu, kamu bisa melewati semua. Puan disampingmu begitu cantik jelita, aku turut lega ia seperti yang selama ini kamu cari. Tentang hal yang masih sama:  Tuan, aku masih diam di tempat, Aku tidak tahu bagaimana pergi, Aku, aku, aku... ..terjebak oleh kesialan yang telah aku lakukan.