Langsung ke konten utama

365 Hari Sebatas Teman

Pertemuan pertama kita di Semester Satu.
Tidak pernah terpikirkan olehku, kamu akan menjadi manusia favoritku ---sampai detik ini.


Hi, manusia favoritku senang rasanya bisa menjadi bagian kecil dalam hidupmu. ---walau sekarang terlupakan.

Manusia favoritku, terima kasih sudah pernah menjadi paling mengerti diriku kala itu. Terima kasih sudah menjadi system support-ku, walau mungkin kamu tidak sadar akan hal itu, tapi bagiku itu hal yang sangat berdampak besar.

Aku rindu mendengar ceritamu, yang mungkin itu membuatku berkecil hati, karena kamu sudah menemukan dambaan hatimu. Tapi tidak apa-apa, selama aku disampingmu- manusia favoritku, semuanya baik-baik saja, walau hanya sebatas pendengar.

Manusia favoritku, setelah semuanya yang terjadi, tidak pernah bisa aku membencimu, semua terlihat baik-baik saja. Sekelilingku mengatai aku bodoh, tapi mereka tidak tahu kebaikanmu, kenyamanan yang kamu buat--- yang ternyata membuatku salah kaprah. Hubungan yang sepihak.

Seandainya rasanya tetap sama : Mari, manusia favoritku, kita kembali lagi membeli spaghetti chicken katsu lalu duduk di taman seperti sore itu, sambil mendengarmu bercerita atau kita duduk di pinggir jalan, sambil melihat kendaraan berlalu lalang-- dan menikmati secangkir kopi, mari~

noted: Sayangnya, aku mendengar kabarmu, manusia favoritku, pergi ke tempat makan favoritku bersama dambaan hatimu yang baru..