Kembali mendengar kabarmu setelah lima tahun berlalu,
Oo Tuan, bayangmu masih ada dalam benakku.
Oo Tuan, bayangmu masih ada dalam benakku.
Tuan, aku turut berbelasungkawa,
Tidak dapat kubayangkan bagaimana rapuhnya jiwa dan hatimu.
Tuan, tentu ini tidaklah mudah, tapi aku percaya pada mu, kamu bisa melewati semua.
Puan disampingmu begitu cantik jelita, aku turut lega ia seperti yang selama ini kamu cari.
Tentang hal yang masih sama:
Tuan, aku masih diam di tempat,
Aku tidak tahu bagaimana pergi,
Aku, aku, aku...
..terjebak oleh kesialan yang telah aku lakukan.