Langsung ke konten utama

Putus

Hari ke - delapan setelah putus;

Hai, akhirnya kita bertatap muka setelah sekian aku memutuskan untuk mengakhiri. Aku minta maaf karena dengan egois menginginkanmu kembali setelah apa yang telah aku lakukan. Aku dengan bodoh memutuskan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan. Seandainya aku bertahan sedikit lagi, semuanya akan indah. Tapi ternyata aku tidak sekuat itu. Maaf, maaf karena telah mengecewakanmu.

Seandainya saja kemarin aku tidak memiliki harapan tentang kembalinya kita. Aku tidak akan sekecewa ini, tidak akan menangisi. Seharusnya aku menyalahkan diri sendiri karena telah berharap kepadamu. Dan ketika kamu melakukan sesuatu, seharusnya aku bahagia. Tapi aku dikecewakan oleh khayalanku sendiri. Maaf, maaf karena telah berekspetasi.

Dari awal, aku selalu mengatakan maaf dan maaf. Pasti terdengar bosen dan klasik. Karena aku terus mengulangi kesalahan yang sama. Entah itu tidak percaya kamu ataupun diriku. Maaf karena belum percaya dirimu sepenuhnya, terlebih kepada diriku sendiri yang belum bisa percaya. Lagi dan lagi aku mengatakan maaf.

Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya bukan karena aku telah bosen ataupun tidak sayang lagi, bukan. Aku mengakhiri karena tidak mau terluka lebih dalam lagi. Aku benci pikiranku sendiri, dan hatiku yang tidak percaya kamu. Menyedihkan sungguh, aku tersakiti oleh pikiranku sendiri dan menyalahkan kamu. Manusia memang selalu membutuhkan seseorang untuk disalahkan. Padahal itu adalah salah seorang diri karena telah berharap kepada seseorang, seseorang yang belum tentu sesuai dengan ekspetasi. I hate myself sometimes.

Membutuhkanmu, tapi aku tidak bisa egois. Duniamu bukan tentangku saja. Aku benci, aku tidak bisa mengendalikan cemburu dan sifat kenakanku. Aku melimpahkan semua beban yang ada dipikiranku kepada mu, yang seharusnya ku ceritakan tapi malah menyalahkan mu. Sungguh aku ingin mencerita, tapi tidak tau bagaimana memulainya. Aku hanya ingin ditenangkan dengan sebuah pelukanmu dan berkata semuanya akan baik-baik saja. Lagi dan lagi aku berekspetasi.

Terakhir, tentang aku ingin sebuah pengakuan. Terdengar egois memang, tapi aku butuh sebuah pengakuan.

Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf karena telah membuat mu menyesal telah bersama ku dan membuatmu kecewa. Semoga kamu bahagia, bahagia dengan seseorang yang lebih percaya dan menghargaimu.

Sungguh, aku tidak menyesal pernah bersamamu. Terimakasih :)